Semesta Sejarah ...
Pusaran Thawaf di Ka'bah, menarik rinduku pada-MU ya Rabbal'alamin
hati sekeras batupun luluh disaat menatap Ka'bah-MU
di antara desiran angin puncak-puncak bukit batu jabal Qubeis yang kini telah berelok-elok dengan berbagai gedung mewah yang menatap angkuh Masjidil Haram ... aku terpuruk pada sejarah dan cerita masa lalu para jama'ah hajji, yang kini tapak tilasnya telah tergilas oleh modernisme dan debu padang pasir Hijaz, dan bunyi seretan ihram kumal para musafir.
Wahai Jabal Nur, wahai Hira
Wahai Jabal Tsur, Wahai sang pencinta kebenaran
Wahai Jabal Rahman, wahai engkau yang bercucur air mata
Wahai Zamzam, Massa'a shafa-marwa, Wahai Arafah, Mudzalifah. wahai Minna
Wahai Hajarul Aswad, tangan Tuhan Maha Suci di bumi...
wajahmu bersemu sejarah, tapi kini pupurmu telah berganti
jagalah ibadah para hujjaj, karena aku tak pernah tahu, apakah hatimu akan tetap tenang manakala tangan-tangan besi traktor, menggurat punggungmu yang sedang tetap mempertahankan sujudmu pada Tuhannya Ka'bah, Allah.
[01 nopember 2008, 15 hari sebelum safar hajji 2008- smhalaydrus]
Sabtu, 01 November 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar