Rabu, 07 Januari 2009

Pusaran Kesadaran Semesta

Berputar mengelilingi semesta, menuju ke Maha Semesta. Teruslah bertawaf tapi tidak menjadikan Ka'bah sebagai tujuan. Pemilik Ka'bahlah Yang Semesta itu. Ah syahdunya langkah itu mengalir dengan dzikir tanpa pikir. beragam hasrat, beragam rasa, beragam inginku, lindap dalam pusaran kehendak lain, ketaatan dan kedekatan dengan yang Maha semesta, ayoh teruslah bertawaf, namun tetap dengan kesadaran bahwa ada batas hitungan dan angka yang menjadi sutrah para hamba, HIDUP dan KEMATIAN.
Hiduplah dengan kesadaran bahwa kita akan mati
Kematian yang mengesankan keharuman dan wanginya bagi penduduk langit
Kematian yang menyadarkan garba dan egoisme penduduk bumi
Kematian dalam tawaf pada yang Maha Semesta,
ah jiwa langit dan tubuh bumi ini, renta dalam hitungan waktu, namun tetap bayi dalam munajat pada yang Maha Semesta.

Tidak ada komentar: